Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah berkembang setelah perceraian resmi mereka pada September 2024. Masalahnya lalu melebar ke akses bertemu anak, nafkah, biaya pendidikan, utang, dan gugatan hak asuh yang masuk ke pengadilan pada 2026.
Ruben dan Sarwendah menikah pada 22 Oktober 2013. Mereka memiliki dua anak perempuan, Thalia Putri Onsu dan Thania Putri Onsu, serta mengasuh Betrand Peto. Karena banyak informasi muncul dari pernyataan pribadi, artikel ini membedakan fakta yang tercatat dalam proses hukum, keterangan masing-masing pihak, dan klaim yang belum terverifikasi.
Urutannya membantu pembaca melihat bahwa konflik tersebut tidak muncul tiba-tiba setelah perceraian.
Kronologi Perseteruan Antara Ruben Onsu dan Sarwendah dari Konflik Rumah Tangga Hingga Perceraian
Ketegangan rumah tangga Ruben dan Sarwendah sudah beberapa kali dibicarakan sebelum perceraian. Ruben pernah menyampaikan bahwa mereka sering terlibat cekcok. Sarwendah juga menceritakan sejumlah persoalan rumah tangga yang menurut versinya ikut memicu pertengkaran.
Salah satu kejadian yang kembali dibahas publik berkaitan dengan rekaman pada 4 Maret 2024 sekitar pukul 21.20 WIB. Peristiwa itu dikaitkan dengan rumah mereka di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Saat itu, masa sewa rumah disebut hampir berakhir.
Menurut Sarwendah, kondisi keuangan keluarga sedang menurun. Ia mengusulkan agar keluarga kembali ke rumah lama. Ia juga mengaku terkejut setelah mengetahui adanya pengeluaran sekitar Rp120 juta untuk menyewa apartemen-hotel selama satu bulan.
Perdebatan kemudian disebut berlanjut ketika jadwal pindah rumah dibicarakan. Sarwendah mengaku meminta kontak pihak marketing, tetapi percakapan itu berubah menjadi pertengkaran. Potongan video dari kejadian tersebut lalu beredar dan memicu perhatian publik.
Meski begitu, kronologi yang beredar tidak bisa dipakai untuk menyimpulkan satu penyebab tunggal. Ruben dan Sarwendah memiliki sudut pandang berbeda mengenai kondisi rumah tangga mereka. Beberapa isu lain juga muncul dalam pemberitaan, tetapi tidak semuanya mendapat penjelasan atau pembuktian yang sama.
Pada 2024, hubungan keduanya akhirnya masuk ke proses perceraian. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutus perceraian Ruben dan Sarwendah pada 24 September 2024 secara verstek. Putusan itu mengakhiri status pernikahan, tetapi belum menghentikan persoalan keluarga yang kemudian muncul ke ruang publik.
Setelah Bercerai, Akses Bertemu Anak dan Nafkah Menjadi Sumber Ketegangan Baru

Setelah perceraian, perhatian bergeser pada hubungan Ruben dengan anak-anaknya. Kubu Ruben melalui kuasa hukum Minola Sebayang menyebut masalah utama berada pada kesulitan Ruben untuk bertemu dan berkumpul dengan anak-anak.
Menurut narasi tersebut, akses pertemuan belum berjalan sesuai harapan. Ruben disebut ingin memiliki hubungan yang lebih leluasa dengan anak-anaknya. Kubu Ruben juga mengaitkan persoalan nafkah dengan belum tercapainya kesepakatan tentang hak bertemu anak.
Di sisi lain, Sarwendah menyampaikan keluhan mengenai kebutuhan finansial keluarga. Ia mengaku Ruben tidak lagi memberikan biaya pendidikan anak sejak akhir 2025. Sebagian pemberitaan menyebut penghentian nafkah terjadi sejak Desember 2025, sedangkan sumber lain menuliskan klaim nafkah yang tidak diberikan selama enam bulan terakhir.
Perbedaan waktu itu perlu diperhatikan. Pernyataan tersebut muncul dalam konteks pemberitaan yang berbeda, sehingga pembaca tidak bisa langsung menganggap semua angka dan periode memiliki arti yang sama.
Nominal Rp200 juta per bulan juga sempat disebut dalam polemik nafkah. Angka tersebut muncul sebagai bagian dari klaim yang dipersoalkan di ruang publik. Belum ada dasar untuk menyatakan nominal itu sebagai keputusan pengadilan atau kesepakatan final kedua pihak.
Masalah finansial lain ikut membuat situasi semakin rumit. Sarwendah mengaku kembali ditagih debt collector terkait kredit yang menurutnya dahulu diambil oleh Ruben. Klaim tersebut menjadi bagian dari keluhan Sarwendah, bukan kesimpulan hukum bahwa Ruben pasti bertanggung jawab atas seluruh tagihan itu.
Dengan demikian, ada dua narasi utama dalam perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Sarwendah menyoroti beban finansial, tagihan utang, dan kebutuhan anak. Kubu Ruben menekankan akses bertemu anak serta pengaturan pengasuhan setelah perceraian.
Anak-anak tidak seharusnya ditempatkan sebagai alat untuk menyampaikan pesan antara orang tua. Persoalan akses, jadwal bertemu, nafkah, dan pendidikan perlu dibicarakan melalui kesepakatan yang jelas atau proses hukum.
Polemik nafkah dan akses bertemu anak memiliki dua versi yang berbeda. Keduanya perlu dibaca sebagai klaim pihak terkait sampai ada dokumen atau putusan yang menguatkannya.
Perseteruan Memanas pada 2026 Ketika Persoalan Hak Asuh Masuk ke Ranah Hukum

Konflik kembali ramai pada akhir Mei 2026. Sarwendah disebut menyampaikan keluhan mengenai tagihan utang dan biaya pendidikan anak. Setelah itu, Ruben membawa persoalan akses bertemu anak ke lembaga perlindungan anak.
Berikut timeline peristiwa yang banyak diberitakan:
Tanggal |
Peristiwa |
| Akhir Mei 2026 | Keluhan Sarwendah soal debt collector dan biaya pendidikan anak kembali menjadi perhatian publik. |
| 22 Juni 2026 | Ruben mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI untuk melaporkan kemelut hak asuh dan akses bertemu anak. |
| 22 Juni 2026 | Pada hari yang sama, Ruben dan Sarwendah disebut bertemu secara tidak sengaja di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. |
| 23 Juni 2026 | Sarwendah mendatangi Komnas Perempuan. |
| 30 Juni 2026 | Ruben dilaporkan mengajukan gugatan hak asuh anak ke pengadilan negeri. |
| 1 Juli 2026 | Ruben kembali ke Indonesia, sehari setelah gugatan tersebut diajukan. |
| 11 Juli 2026 | Pertemuan langsung antara Ruben dan Sarwendah sempat dijadwalkan, tetapi batal setelah gugatan hak asuh masuk. |
| 15 Juli 2026 | Sejumlah laporan menyebut tanggal ini sebagai jadwal sidang pertama. |
| 22 Juli 2026 | Laporan lain menyebut sidang pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan baru berlangsung pada tanggal ini. Kedua pihak disebut sepakat tidak membahas polemik di ruang publik selama mediasi. |
| 29 Juli 2026 | Sarwendah tampil dalam podcast Denny Sumargo dan menyampaikan sejumlah klaim yang kemudian mendapat klarifikasi dari kubu Ruben. |
| 3 Agustus 2026 | Sarwendah kembali membahas dugaan pemicu pertengkaran yang berkaitan dengan sewa rumah di Pondok Indah. |
Perbedaan informasi mengenai sidang pertama perlu dicatat. Ada pemberitaan yang menempatkan jadwal awal pada 15 Juli, sementara laporan berikutnya menyebut proses sidang mulai berjalan pada 22 Juli. Perbedaan ini bisa muncul karena adanya perubahan jadwal atau perbedaan antara agenda sidang dan pelaksanaan sidang.
Masuknya gugatan hak asuh membuat persoalan keluarga memiliki jalur resmi untuk diuji. Pengadilan dapat memeriksa dokumen, keterangan, dan kepentingan anak berdasarkan proses yang berlaku. Namun, proses tersebut belum otomatis berarti salah satu pihak telah dinyatakan menang atau kalah.
Ruben pernah menyatakan ingin berdamai dengan Sarwendah. Pada saat yang sama, ia meminta agar putusan dan aturan yang ditetapkan melalui proses hukum dipatuhi. Sarwendah juga disebut membuat permintaan maaf terbuka dan menyampaikan bahwa kebahagiaan anak-anak menjadi fokusnya.
Apa yang sebenarnya diketahui dari konflik Ruben Onsu dan Sarwendah?
Informasi yang sudah cukup jelas adalah tanggal pernikahan, tanggal putusan cerai, serta rangkaian langkah hukum pada 2026. Pernikahan berlangsung pada 22 Oktober 2013, sedangkan perceraian diputus Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 24 September 2024.
Kita juga mengetahui bahwa konflik pascaperceraian berkaitan dengan beberapa isu. Persoalan itu mencakup akses Ruben bertemu anak, nafkah, biaya pendidikan, tagihan utang, dan gugatan hak asuh. Ruben dan Sarwendah menyampaikan penekanan yang berbeda terhadap isu-isu tersebut.
Sebaliknya, publik belum boleh menganggap semua klaim sebagai fakta yang sudah terbukti. Pernyataan tentang kapan nafkah berhenti, nominal nafkah, asal-usul utang, atau alasan pertengkaran perlu dilihat berdasarkan konteks dan bukti yang tersedia.
Potongan video di media sosial sering hanya memperlihatkan satu bagian percakapan. Video tersebut bisa memengaruhi opini, tetapi tidak selalu menjelaskan kejadian sebelum dan sesudahnya. Hal serupa berlaku untuk unggahan dengan sindiran, termasuk perdebatan mengenai kata “Cong” yang ikut memperkeruh suasana.
Perbedaan antara klaim publik dan fakta hukum terletak pada proses pembuktian. Karena itu, perkembangan sidang dan keterangan resmi lebih dapat diandalkan daripada potongan unggahan.
Betrand Peto juga disebut sempat membela Ruben. Namun, pernyataan anak atau anggota keluarga sebaiknya tidak dijadikan bahan untuk memperpanjang konflik. Mereka tetap memiliki hubungan pribadi dengan kedua pihak.
Kesimpulan
Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah bermula dari masalah rumah tangga yang sudah mencuat sebelum perceraian. Perceraian resmi terjadi pada September 2024, tetapi persoalan berlanjut melalui akses bertemu anak, nafkah, biaya pendidikan, utang, dan hak asuh pada 2026.
Dua pihak membawa penjelasan yang berbeda. Sarwendah menyoroti beban finansial dan kebutuhan anak, sedangkan kubu Ruben menekankan hambatan pertemuan serta pengaturan pengasuhan. Karena itu, perkembangan hukum dan keterangan resmi terbaru lebih layak dijadikan pegangan daripada spekulasi di media sosial.
Di tengah perselisihan orang dewasa, kepentingan dan keamanan anak harus tetap menjadi perhatian utama semua pihak.

