Review film merupakan suatu pendapat atau pandangan pribadi seseorang mengenai film. Review sendiri tidak hanya terkait dengan film. Ada banyak hal yang dapat di-review seperti game, makanan, hingga produk-produk.
Saat menulis review film, artinya Anda akan mengulasnya secara detail. Namun ada beberapa kesalahan yang umum dilakukan oleh mereka yang akan menulis review film. Apa saja kesalahan tersebut?
Kesalahan Menulis Review Film

Dalam melakukan review film, Anda harus memperhatikan berbagai unsur agar dapat memperdalam review Anda. Jangan sampai Anda melakukan kesalahan berikut:
1. Tidak Menguasai Film yang Menjadi Bahan Review
Hindari melakukan review film tanpa menguasai film yang Anda ulas. Apabila Anda lakukan, maka bisa menjadi kesalahan fatal yang harus Anda hindari.
Anda tidak hanya wajib mengenal film yang Anda review, tetapi juga memahami dan menguasai detailnya.
2. Tidak Ada Wawasan Lebih Terkait Film
Menguasai filmnya sendiri belum cukup. Sebagai seseorang yang akan melakukan review film, maka Anda harus mempunyai informasi dan wawasan lebih terkait film yang Anda ulas.
Umumnya pembaca ingin mengetahui lebih luas mengenai film yang Anda review.
3. Tulisan Tidak Terstruktur
Percuma apabila Anda melakukan review film secara detail, tetapi tulisannya tidak rapi. Anda perlu belajar untuk menulis ulasan, opini, dan tinjauan berdasarkan struktur, secara urut, serta sistematis.
Umumnya pembaca menyukai elemen teknis yang mereka nilai sebagai poin utama. Untuk review film, elemen tersebut termasuk kualitas video, gambar, dan audio.
4. Menyalin Review Film Orang Lain
Jangan sampai kesalahan ini Anda lakukan. Plagiat adalah kesalahan yang sangat fatal. Membuat review film harus dijauhkan dari tindakan ini. Karena sama dengan mencuri.
Percaya bahwa Anda mampu menulis dengan gaya Anda sendiri. Untuk menghindari tindakan plagiarisme ini, Anda bisa belajar melakukan review pada hal-hal kecil terlebih dahulu.
Anda boleh membaca review film orang lain, tetapi cukup sebagai inspirasi serta tambahan informasi saja.
5. Menggunakan Bahasa yang Susah Dipahami
Penggunaan bahasa teknis berat akan membuat pembaca bingung. Ini karena tidak semua pembaca bisa memahaminya.
Bahkan banyak pembaca yang butuh informasi dengan bahasa yang mudah dipahami. Memang perlu untuk penyampaian secara teknis.
Tujuannya menjadi salah satu detail dari review film. Namun ingat, Anda juga harus membayangkan diri sebagai pembaca untuk banyak segmen. Sesuaikan gaya tulisan Anda dengan berbagai media.
Menggunakan bahasa yang mudah dipahami akan meningkatkan peluang review film Anda diterima oleh banyak pembaca.
6. Terlalu Banyak Menampilkan Spoiler
Dalam review film menulis banyak spoiler sangat fatal. Biasanya pembaca memutuskan membaca review film untuk membantu mereka memutuskan apakah akan menonton film tersebut atau tidak.
Jika Anda membocorkan twist atau akhir cerita, maka Anda merusak pengalaman menonton mereka. Maka dari itu saat review film, ada baiknya Anda fokus pada premis awal.
Jika harus membahas adegan spesifik yang ada spoilernya, Anda perlu memberikan peringatan di awal paragraf.
7. Review Film Hanya Berisi Sinopsis
Banyak penulis review film yang terjebak meringkas plot dari awal sampai akhir. Ingat, review film bukanlah laporan rangkuman cerita melainkan analisis kritis.
Untuk menghindari kesalahan ini, Anda bisa menggunakan aturan 30/70. Maksimal 30% untuk sinopsis film dan 70% untuk analisis. Bisa dari segi penyutradaraan, akting, pesan moral, atau sinematografi.
8. Menulis Opini tanpa Argumen
Hanya mengatakan “film ini jelek” atau “film ini bagus” tanpa memberikan penjelasan akan membuat review film Anda kurang berbobot. Pembaca ingin tahu mengapa Anda menilai film dengan kalimat demikian.
Melakukan review film tidak bisa sembarangan. Apalagi jika Anda melakukannya untuk media profesional. Pastikan memahami terlebih dahulu setiap aspek penulisan agar tulisan Anda semakin berbobot.

